Kitosan Bermedali Emas

(Chitosan the Gold Medalist)

(0)
  • Inovator:
    • 1. Kurrataa'yun
    • 2. Hana Putri Pratiwi
    • 3. Muhammad Rizki Faisal
    • 4. Rofiqoh Inayati Agustina
    • 5. Rian Triana
    • 6. Anja Meryandini
  • Kategori: Lainnya

Deskripsi Singkat

Proses pengolahan limbah pertambangan emas biasanya menggunakan bahan kimia berbahaya sebagai pengikat sisa emas. Inovasi ini memanfaatkan kitosan sebagai bahan pengganti sianida atau karbon untuk pengolahan limbah emas. Hasil ujicoba di Lab Metalurgi PT. Antam (Persero) Tbk. UBPE Pongkor dengan Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS) cukup menggembirakan. Penggunaan kitosan serbuk dengan konsentrasi 2% pada limbah emas, mampu mengikat emas hingga 95% tanpa perlakuan khusus thermal.

Description :

Chitosan can effectively replace the use of cyanides or carbon in gold extraction process. Chitosan is biodegradable thus safe for the environment. It does not require a special treatment to make it effective. A laboratory test using Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS) shows that the use of 2 % powdered chitosan can extract traces of gold up to 95% from gold effluent.
Keunggulan :
1. Menggunakan bahan baku kitosan yang mudah terurai di alam dan ramah lingkungan 2. Memperbaiki citra industri pertambangan emas dengan konsep eco-friendly waste management system Sumber: 100 plus Inovasi Indonesia
Status Paten :

Dalam Proses Permohonan Paten

Tidak Ada

INOVASI TERKAIT

KEMBALI KE ATAS